Ngaji Pramonorogo BPI IAIN Ponorogo: Sajarotul Akhlaq

ngaji sajarotul akhlaq bersama Gus Faruq

POHON AKHLAQ/ETIKA:

Malam ini 20 September 2020, komunitas Pramonorogo yang dihidupi lare-lare BPI IAIN Ponorogo kembali bernapas dalam babakan akhlak. hadir sebagai pematei Gus Ahmad Faruq dan biasa dibumbui pak Kajur biar rame.

Gus Faruq menyampaikan bahawa potensi akan menyempurna ketika menjadi aksi, maka memposisikan diri pada ambang moderat. Nah lo, untuk mengetahui posisi tersebut perlu mengkaji skema sajarotul akhlaq agar memiliki kejelasan dimana kita berpijak dengan da agar bijak. ringkasnya bisa diangen-angen di bawah. Makanya ayuk ikut….

1. Kebijaksanaan (al-hikmah) terkait dengan daya berfikir (al-quwwah al-nuthqiah).2. Keberanian (al-syaja’ah) terkait dengan daya amarah (al-quwwah al-ghadhbiah).3. Kepantangan/bertarak (al-‘iffah) terkait dengan daya hawa nafsu keinginan (al-quwwah al-syahwiah).Jika ketiga daya manusia itu digunakan sebagaimana mestinya secara seimbang, moderat, (Jawa: sarwa prasaja; mejana), & proporsional — dan karenanya manusia menjadi “sehat secara moral” –, maka akan menghasilkan keutamaan berikutnya, yaitu:4. Keadilan; kelurusan (al-‘adalah).Dari keempat keutamaan induk inilah berbagai keutamaan dan kebajikan moral lainnya bersumber/bercabang. Jadi, seperti sabda Nabi bahwa “sebaik-baik perkara itu tengah-tengahnya”, maka keutamaan /kebajikan moral itu berada di tengah-tengah [titik keseimbangan] antara dua sisi ekstrim: kekurangan [Jawa: degsura] dan keterlaluan/ekses [Jawa: lamis] yg kedua-duanya merupakan kerendahan/keburukan. Abdurrahman al-Iji mencatat 44 keutamaan/ kebajikan moral.

jo lali: amalane…

salaaaam…