Majlis Sangadah BPI.

Ngebel. Telaga anak putu Warok Ponorogo. Sekedar mendampingi frekuensi kebahagiaan (jumlah getaran syukur yang dihasilkan setiap satu detik), keluarga besar FUAD IAIN Ponorogo, ada Pak Kajur KPI, BPI, dan Ibu kajur IAT, bu Asna Dosen KPI, Pak Syamsul Kasubak Akademik, mas Wahid, mbak Rumaidah, pak Daroini, dan mas driver, ngrujak di tepian ngebel.

Perbincangan yang santuy dari banyak hal yang terlampaui dan sedang dijalani mengalir lembut, dibumbui guyonan segar. Hidup tidak akan beres jika ditangani seluruhnya oleh orang-orang jenius, serius, yang kehilangan sisi humor, sisi “nglonoh”, sisi peninggalan masa lalu yang masih melekat di otak dan agak urgen dipertahankan.

Kami memang pekerja akademik, akrab dengan diskusi, proposal, skripsi, artikel, penelitian, kajian, seminar, rapat, workshop, webinar, sok-sok nglembur gratisan. Kerjaan tidak selesai dipikirkan, tapi ditandangi, diurai, dinikmati, didongani dan insyaallah selesainya pasti.

Kita menyadari, dulu kita daftar ngawulo di IAIN ini bukan sebagai pejabat, tetapi MELAMAR PEKERJAAN, ketika lamaran itu diterima dan banyak pekerjaan yang harus diemban dan diselesaikan, ya Alhamdulillah doa-doa terjawab.

Pendemi nggak boleh mendhemi, selalulah berbagia, karen bahagia tak butuh besok, tak butuh syarat dan tempat. Ia hanya butuh “kamu” yang mau tersenyum dan melihat semua sebagai keindahanNya. Ia hanya menginginkan hatimu penuh kesyukuran, dan meng shift delete semua rasa negatif ke recycle bin.

Tole senduk cah BPI, semoga dirimu segera mengerti, semua akan indah pada waktuNya. Ketika semua waktu untuk, bersama, kepada, dan dengan DIA. Majelismu mesti sangadah. C:

6 thoughts on “Majlis Sangadah BPI.”

Comments are closed.