Praktikum Lapangan Mahasiswa Jurusan BPI

Pada era yang semakin maju, masalah penemuan identitas pada individu menjadi semakin rumit. Hal ini disebabkan oleh tuntutan masyarakat maju kapada anggota-anggotanya menjadi lebih berat. Persyaratan untuk dapat diterima menjadi anggota masyarakat bukan saja kematangan fisik melainkan juga kematangan mental psikologis, cultural, intelektual, dan religious.

Kerumitan ini akan terus meningkat pada masyarakat yang sedang membangun, sebab perubahan cepat yang terjadi pada masyarakat yang sedang membangun, akan merupakan tantangan pula bagi individu sebagai anggota masyarakat, keadaan inilah yang menuntut diselenggarakannya bimbingan dan penyuluhan kegamaan dalam hal ini Islam.

Kajian teoritis yang telah dilakukan mahasiswa BPI di ruang-ruang tertutup perlu segera digelar di alam nyata. Agar segera terjadi pertemuan dialogis antara apa yang dipelajari dengan apa yang harus dilakukan dengan ajaran tersebut di masyarakat. Sehinggat terjadi perkembangan dan dinamisasi baik dari sisi mahasiswa maupun masyarakat atau lembaga yang di tempai mahasiswa.

Jurusan BPI Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo mengemban tanggungjawab dalam upaya pengembangan ini. Tujuan penyelenggaraan pendidikan di Jurusan  Bimbingan Penyuluhan Islam adalah:

  1. Terselenggaranya pendidikan dan pembelajaran yang unggul dan kompetitif di bidang konseling keluarga sakinah;
  2. Terlaksananya penelitian untuk memperkuat kompetensi yang unggul dan kompetitif di bidang konseling keluarga sakinah;
  3. Terlaksanya pengabdian masyarakat di bidang konseling keluarga sakinah
  4. Terjalinnya kerjasama yang baik dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri untuk memperkuat kompetensi yang unggul dan kompetitif di bidang konseling keluarga sakinah.

Keilmuan sebagai dasar teoritis harus diperkuat dengan pengalaman praktis sehingga tujuan pendidikan yang selaras dengan visi dan misi Jurusan, Fakultas, dan Institut tercapai maksimal. Maka Jurusan BPI berusaha memberikan kesempatan dan keleluasaan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmunya secara langsung di masyarakat dan institusi-institusi terkait melalui program Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam). Program ini menjadi sarana yang sangat penting bagi pendalaman keahlian mahasiswa sesuai dengan kompetensinya masing-masing, dan sekaligus sebagai sarana yang menjembatani mahasiswa, masyarakat dan dengan dunia kerjanya kelak.

PENGERTIAN PRAKTIK BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM (konseling Islam)

Istilah bimbingan penyuluhan Islam dalam bingkai ilmu dakwah adalah Irsyad Islam. Definisi dari istilah-istilah ini dapat juga digunakan istilah-istilah ta‟lim, maw ‟izhah, nashihah, dan isytisyfa‟ (terapi dalam kontek psikoterapi). Istilah dari guidance dan counseling suatu nama yang pada umumnya diberikan kepada bentuk aplikasi dari psikologi pendidikan dan dalam disiplin ilmu psikologi, guidance and counseling atau bimbingan dan penyuluhan merupakan cabang dari ilmu tersebut. Dalam bahasa Arab, istilah bimbingan dan penyuluhan disebut dengan al irsyad an Nafsiy yang artinya bimbingan kejiwaan, istilah mana bisa digunakan guidance and counseling, sekaligus untuk pengertian bimbingan dan penyuluhan agama Islam.

TUJUAN

Tujuan Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam)

adalah:

  1. Memberikan wahana bagi mahasiswa untuk mencoba mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang telah didapatkan di kelas melalui program Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam)
  2. Memberikan kemampuan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sesuai dengan kurikulum dan kompetensi yang telah dikembangkan di jurusan BPI.
  3. SIFAT dan BOBOT
  4. Praktikum merupakan satu kesatuan matakuliah yang terdiri dari komponen teoritis dan praktis
  5. Praktikum bimbingan penyuluhan Islam bersifat wajib tempuh
  6. Bobot SKS Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam) adalah 2 sks
  7. Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam) merupakan salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan seminar proposal skripsi.

KOMPONEN KEGIATAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM

  • Jenis Praktikum

Praktikum bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam) untuk mahasiswa Jurusan bimbingan penyuluhan Islam, berupa kegiatan praktikum atau latihan kerja sesuai bidang keahlian bimbingan penyuluhan Islam di institusi atau lembaga di masyarakat.

Praktikum Bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam) lebih diarahkan pada bidang keterampilan memberikan bantuan treatmen psikologis, seperti sebagai terapis Islam, traumatik healer, dan konselor di instansi atau lembaga di masyarakat.

  1. Waktu Praktikum

Lama Waktu Praktikum Bimbingan penyuluhan Islam Konseling Islam adalah  1 (satu) bulan atau 4 (empat) minggu mengikuti ketentuan yang ditetapkan dengan jadual terlampir’. Walau begitu, hal-hal berikut perlu diperhatikan:

  1. Apabila lokasi tempat praktikum menyetujui pelaksanaan magang selama 1 bulan atau 4 minggu, maka mahasiswa wajib mengikuti sesuai ketentuan (perjanjian).
  2. Apabila lokasi tempat praktikum menyetujui dan mengijinkan pelaksanaan magang kuang 1 bulan, maka mahasiswa peserta magang diwajibkan untuk menambah masa magangnya untuk menggenapi 1 bulan lagi di lokasi lain.
  3. Waktu dimulainya pelaksanaan praktikum mengikuti jadual yang telah ditentukan.

Catatan: Bila institusi tempat praktik menetapkan biaya atau charge untuk peserta selama praktikum dan melebihi fasilitas yang diberikan oleh kampus, maka hal ini menjadi tanggungjawab peserta/mahasiswa.

  1. Pemilihan Lokasi Praktik

Jurusan tidak menunjuk atau menentukan dan membatasi lokasi praktik bagi setiap peserta, termasuk wilayahnya. Mahasiswa diberi keleluasaan untuk memilih sendiri institusi dan lokasi praktik yang diinginkan, namun tetap dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua Pelaksana Praktikum, atau Ketua Jurusan.

  1. Komponen Kegiatan Praktikum

Praktikum dilaksanakan dalam bentuk visitasi, unjuk kerja, studi banding, kunjungan atau anjang karya ke berbagai institusi sosial kemasyarakatan atau lembaga yang terkait bidang keahlian Jurusan/Fakultas. Tujuannya adalah peserta/mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bidang kerja keahlian jurusan, peluangnya, serta proses kerja bidang keahlian Fakultas.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Praktikum  dapat dilaksanakan pada setiap semester, di mana mahasiswa telah menempuh 100 sks dan telah lulus matakuliah prasyarat. Pelaksanaan praktikum disesuaikan dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Jurusan. Praktikum Lapangan dilaksanakan dalam bentuk anjang karya ke institusi terkait keahlian Jurusan. Praktikum dapat dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh peserta praktikum atau berdasarkan ketentuan-ketentuan lain yang dibuat oleh Jurusan.

PELAKSANA PRAKTIKUM/ Panitia

Pelaksana Praktikum adalah Jurusan BPI, di mana Ketua Jurusan sebagai ketua pelaksana. Pelaksanaannya secara teknis diserahkan kepada Jurusan melalui sebuah kepanitiaan. Pelaksana Praktikum tertuang dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo tentang Panitia Praktikum.

Tugas Panitia Praktikum adalah :

  • Merencanakan kegiatan Praktikum Bimbingan penyuluhan Islam (konseling Islam).
  • Memfasilitasi pelaksananaan kegiatan Praktikum BPI (konseling Islam), mulai dari pembekalan, perijinan, mengkoordinir peserta, dan mengakumulasikan hasil penilaian.
  • Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang menunjang kelancaran Praktikum Konseling Islam.

PEMBIMBING/ Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

Dalam Pelaksanaan Praktikum BPI (konseling Islam) setiap mahasiswa akan mendapatkan Pembimbing yang disebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dosen Pembimbing Lapangan adalah dosen tetap Jurusan yang sesuai  dengan bidang keilmuannya dan atau karena pengalamannya dipandang layak memberikan bimbingan kegiatan Praktikum Konseling Islam. DPL diusulkan oleh ketua Jurusan dan selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo tentang DPL Praktikum Konseling Islam.

Adapun tugas Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk Praktikum Konseling Islam adalah sebagai berikut:

  1. Mengkoordinasi mahasiswa peserta DPL Praktikum Konseling Islam yang menjadi bimbingannya.
  2. Memberikan bimbingan, layanan konsultasi, dan arahan kepada peserta praktikum Konseling Islam yang menjadi bimbingannya
  3. Memfasilitasi hubungan mahasiswa peserta praktikum Konseling Islam dengan institusi tempat
  4. Berkoordinasi dengan institusi tempat praktikum BPI (konseling Islam) untuk melakukan pemantauan, monitoring, dan evaluasi kegiatan peserta selama program berlangsung.
  5. Memberikan bimbingan, evaluasi, dan penilaian laporan kegiatan BPI (konseling Islam) dari mahasiswa bimbingannya.

Dalam melakasanakan tugas, DPL berwenang untuk mengevaluasi dan menentukan kelayakan mahasiswa bimbingannya untuk praktikum BPI (konseling Islam).

  1. Pembimbing Praktikum (PP)

Dalam kegiatan praktikum, peserta /mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan dan arahan sepenuhnya dari pembimbing Praktikum pada institusi yang ditempati. Pembimbing praktikum  adalah pegawai/ karyawan/ praktisi dalam sebuah institusi tempat praktikum (perusahaan/ rumah sakit/ lembaga sosial) yang ditunjuk oleh atasannya untuk memberikan bimbingan dan pembinaan kepada peserta Praktikum BPI  (konseling Islam) di lembaganya.

PESERTA PRAKTIKUM

Peserta praktikum BPI (konseling Islam) adalah mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah IAIN Ponorogo yang berstatus aktif, dan telah memenuhi persyaratan administrasi dan akademik yang telah ditentukan.

SYARAT PENGAMBILAN PRAKTIKUM

Syarat mengikuti praktikum BPI (konseling Islam) adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang bersangkutan berstatus mahasiswa aktif (masih terdaftar dalam SIAKAD), dan tidak sedang CUTI.
  2. Telah menyelesaikan minimal 100 sks.
  3. Telah menempuh dan lulus mata kuliah pra-syarat praktikum BPI (konseling Islam) (dibuktikan dengan surat pernyataan).
  4. Telah mencantumkan mata kuliah praktikum Konseling Islam di KRS (Kartu Rencana Studi) dan SIAKAD.

PROSEDUR PELAKSANAAN

Untuk Praktikum:

  1. Mengonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) terkait pengambilan mata kuliah Praktikum
  2. Mengonsultasikan dengan Ketua Jurusan dan DPL terkait pelaksanaan praktikum (rencana lokasi, waktu pelaksanaan, dan sebagainya)
  3. Mengajukan permohonan kepada Instansi/ Institusi/ Lembaga yang akan dijadikan lokasi praktikum (Surat Permohonan dapat diperoleh melalui Sub Bagian Fakultas)
  4. Melaporkan dan berkoordinasi dengan DPL tentang keberangkatan atau mulainya praktikum.
  5. Melaksanakan praktikum sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan bimbingan dan arahan DPL maupun Pembimbing di lokasi praktikum.
  6. Melaporkan dan berkoordinasi dengan DPL tentang akhir masa praktikum.
  7. Membuat laporan hasil praktikum.

MATAKULIAH PRASYARAT PRAKTIKUM

Untuk dapat mengambil matakuliah Praktikum BPI, mahasiswa Prodi BPI harus telah menempuh dan lulus Mata Kuliah Kompetensi Utama  sebagai berikut:

Praktikum BPI (konseling Islam)
1.    Psikologi Dakwah

2.    Psikologi Perkembangan

3.    Patologi Sosial & Muslim

4.    Bimbingan Konseling Islam (Terapi Islam)

5.    Konseling dan Psikoterapi

6.    Teori dan Teknik Konseling

7.    Psikologi klinis

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA

Mahasiswa peserta Praktikum BPI (konseling Islam) berhak untuk:

  1. Memperoleh layanan informasi dan penjelasan mengenai praktikum dari Ketua Jurusan dan Panitia.
  2. Memilih bidang praktikum dan lokasi praktikum BPI (konseling Islam) sesuai dengan minat dan kemampuannya.
  3. Memperoleh bimbingan, arahan, dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan selama program praktikum berlangsung

Peserta Praktikum BPI (konseling Islam) berkewajiban untuk:

  1. Melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik, Ketua Jurusan sebelum menempuh praktikum
  2. Melakukan program Praktikum BPI (konseling Islam) sesuai ketentuan, aturan, dan prosedur yang telah ditetapkan oleh lembaga.
  3. Mentaati semua aturan yang ditetapkan oleh institusi Praktikum BPI (konseling Islam).
  4. Menyelesaikan program Praktikum BPI (konseling Islam) sesuai batas waktu yang ditentukan
  5. Melaporkan semua hasil kegiatan Praktikum BPI (konseling Islam) kepada Fakultas atau

PENILAIAN

  • Kegiatan Praktikum BPI (konseling Islam) di Jurusan BPI merupakan kegiatan terpadu. Nilai mata kuliah praktikum merupakan akumulasi dari nilai masing-masing komponen kegiatan, meliputi :
  • Hasil Penilaian Program Praktikum, yang diberikan oleh institusi tempat praktikum dalam hal ini adalah nilai yang diberikan oleh pembimbing praktikum (format penilaian terlampir)
  • Hasil Penilaian Laporan Praktikum BPI (konseling Islam) yang telah diuji dan dinilai oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
  • Apabila salah satu komponen kegiatan belum terselesaikan, maka Nilai Praktikum BPI (konseling Islam) belum dapat dimunculkan.
  • Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian baik dari pembimbing praktikum meliputi:

  1. Kedisiplinan : meliputi ketepatan waktu hadir, kedisiplinan menyelesaikan tugas, dan kedisiplinan kerja lainnya yang ditetapkan oleh lembaga tempat praktikum.
  2. Kreativitas : meliputi kemampuan peserta praktikum untuk melakukan kegiatan kreatif sesuai bidang praktikum.
  3. Produktivitas : meliputi banyak sedikitnya karya atau kegiatan yang diproduksi/dilakukan oleh peserta selama masa praktikum.
  4. Kualitas : kualitas tugas, kegiatan, dan hasil/karya praktikum yang dilakukan oleh peserta praktikum.
  5. Kerjasama : Meliputi kemampuan peserta praktikum untuk melakukan kerjasama dalam tim, lembaga, ataupun dengan orang lain saat praktikum.

Form Penilaian telah disediakan di Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI).

Sedangkan penilaian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terutama pada penilaian atas laporan yang diberikan oleh mahasiswa selama praktikum, yang terdiri dari:

  1. Kerapian dan sistematika penulisan
  2. Kualitas isi laporan
  3. Penguasaan terhadap isi laporan.
  4. LAPORAN

Laporan kegiatan Praktikum  BPI (konseling Islam)  terdiri dari:

  1. Laporan Praktikum BPI (konseling Islam) dibuat secara individual.
  2. Laporan Praktikum BPI (konseling Islam) dibuat berkelompok

Semua bentuk laporan tersebut harus dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan serta Pembimbing praktikum dari insitusi tempat praktikum, selanjutnya harus mendapatkan pengesahan dari Jurusan. (Format Laporan tercantum dalam lampiran)

Laporan yang sudah selesai ditandatangani dan diujikan wajib dijilid dan diserahkan kepada Jurusan BPI sebanyak 2 eksemplar.