RAPAT PERSIAPAN SIDANG PARIPURNA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BPI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo telah melaksanakan rapat persiapan Sidang Paripurna Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Rapat yang bertempat di Kedai Kopi Mataraman Ronowijayan tersebut, membahas mengenai program kerja yang akan disampaikan pada saat Sidang Paripurna Senat Mahasiswa Fakultas mendatang.

Diantara program kerja yang akan di sampaikan di Sidang Paripurna SEMA (Senat Mahasiswa) adalah Osmajur dan CounFest. Osmajur atau Orientasi Mahasiswa Jurusan adalah acara tahunan BPI untuk menyambut mahasiswa baru dalam ranah Prodi (Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam). Sedangkan acara CounFest (Counseling Festival) baru akan dirintis tahun ini, dan direncanakan akan dijadikan acara tahunan atau berkelanjutan. Dalam acara Counseling Festival terdapat beberapa agenda acara yaitu Serangkaian Perlombaan, Dies Maulidiah serta Seminar Psikologi.

MUBES HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BPI, MANTAP JIWA!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam Konselor!!

Kamis, 10 Juni 2021, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Ponorogo mengadakan musyawarah besar di PAC Krandegan Kepatihan Kota, Ponorogo. Alasan dipilihnya lokasi tersebut dikarenakan tempatnya yang strategis jika dilihat dari alamat rumah anggota HMJ BPI.
Sehari sebelum kegiatan Mubes, HMJ BPI sudah melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Keorganisasian Mahasiswa (LDKKM) untuk membekali seluruh anggota HMJ BPI dalam satu periode kepengurusan kedepannya. Materi kegiatan LDKKM tersebut yaitu Administrasi, Teknik Sidang, Grand Design, dan Motivasi dalam berorganisasi.
Musyawarah besar (MUBES) merupakan salah satu program kerja Badan Legislatif Mahasiswa yang dilaksanakan saru tahun sekali. MUBES HMJ BPI diadakan 2 hari 1 malam, dimana kegiatannya dimulai dengan Sidang ART yang dipimpin oleh Nafiis ‘Azmii Abdillah selaku Presidium I, Ardefa Adhi Nugraha selaku Presidium II, dan Kholinda Ananda Putri selaku Presidium III.
Dilanjutkan dengan Grand Design HMJ pada siang harinya, dan Grand Design perdevisi yang dipimpin langsung oleh ketua HMJ BPI yakni Putri Laelatul Immaroh. Grand Design tersebut untuk mempermudah dalam penyusunan Visi Misi dan Program Kerja.
Pada malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Sarasehan bersama beberapa senior dan demisioner HMJ periode sebelumnya, dimana agendanya adalah sharing bersama. Sehingga pada saat Mubes HMJ BPI mampu merancang visi misi dan program kerjanya dengan lancar.
HMJ BPI 2021, MANTAP JIWAA!
DR/Admin

Diskusi Seminar Online Dari Trust Psikologi Indonesia-Jakarta Bersama Mahasiswa BPI IAIN Ponorogo

kegiatan Komunitas Psikologi Populer yang dimana diketuai Sekaligus Pemateri oleh Bu Rosnalisa Z, Psikolog Dari Trust Psikologi Indonesia Jakarta dibantu relawan Mahmud Budi Santoso_ Mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam serta Ahmad Sauqi
S.Psi dari Trust Psikologi Indonesia-Jakarta dengan Tema Resensi Flim
“Ayah Mengapa Aku Berbeda” di Group Whatsapp Komunitas Psikologi Populer pada Rabu 6 Januari 2021 pada pukul 19.15 WIB  flim “Ayah Mengapa Aku Berbeda” Mengisahkan Ayah,Mengapa aku Berbeda? karya pengarang Agnes Davonar. Ayah,Mengapa aku Berbeda? adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah perjuangan hidup Angel, seorang gadis cilik tunarungu yang cacat sejak dilahirkan. Ibunya meninggal ketika ia terlahir dan ayahnya kemudian menjadi orang tua tunggal yang merawatnya dengan tulus. Walau Angel tak bisa mendengar apapun di dunia ini, Ayahnya berusaha membuatnya mandiri dan hidup dalam keadaan seperti anak-anak normal lainnya. Angel yang dianggap cacat harus berjuang keras untuk dapat diterima dalam sekolah umum. Selain itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua orang yang mau menerima kehadirannya. Sekalipun harus menderita untuk mengejar pendidikan oleh hinaan dan caci maki sekitarnya, Angel tidak menyerah. Di saat bersedih, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya. Angel memiliki bakat bermain piano walau mustahil baginya untuk mendengar apa yang ia mainkan sendiri. Hingga akhirnya ia tampil di konser panggung yang diadakan oleh sekolah, dan seketika itu semua terdiam dan terharu, Ibu Kepala Sekolah dan ibu Katrina tak kuasa menahan air matanya, semua penonton bertepuk tangan dan memberikan rasa hormat kepada Angel. Walau angel terlahir tidak sempurna dalam hidupnya tapi kini Angel percaya, bahwa Tuhan menciptakannya ke dunia ini dengan suatu tujuan, tujuan yang harus ia perjuangkan dengan keterbatasan fisiknya.

Angel yang berhasil melewati masa kecilnya dengan penuh rintangan dan perjuangan. Angel pindah ke sebuah sekolah swasta dimana akhirnya dia dipertemukan kembali dengan Hendra sahabat kecilnya. Namun Agnes, musuh Angel ternyata juga pindah ke sekolah yang sama dan mereka satu kelas. Dendam yang sejak kecil terpendam akhirnya kembali terjadi ketika Martin, cowok yang dipuja Agnes menyukai Angel. Namun Hendra selalu menghalangi segala kejahatan Agnes terhadap Angel. Suatu ketika, Angel bertemu dengan Ferly di sebuah toko buku. Hingga akhirnya Angel bekerja di tempat yang sama dengan Ferly di café Piano sebagai pemain piano.

Kondisi seperti ini membuat hubungan angel dan Ferly membaik, dan ternyata mereka memilikiperasaan yang sama. Angel memang telah jatuh cinta pada Ferly, meskipun ferly hanyalah seorang pelayan café yang selalu menguatkan hatinya untuk tetap semangat. Di saat kebahagiaan mulai mendekat dalam hidupnya, cobaan berat kembali hadir dalam hidup Angel ia harus menerima kenyataan bahwa ferly meninggal akibat kecelakaan ketika ingin menjeput Angel. Ferly meninggal sambil mengenggam setangkai bunga mawar untuk diberikan kepada Angel. OSKANOLEH KIKI RIZKY

 

Diskusi Seminar Online Trust Psikologi Indonesia -Jakarta Bersama Mahasiswa BPI IAIN Ponorogo

Diskusi Online Komunitas Psikologi Populer
Diskusi Seminar Yang diadakan Oleh Komunitas Psikologi Populer yang
dipandu oleh Rosnalisa Z Psikolog Dari Trust Psikologi Indonesia-Jakarta Bersama Mahmud Budi S dari Mahasiswa BPI angkatan-17 diskusi dengan tema Belajar Mengenali Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri adalah satu hal yang sulit bagi sebagian banyak orang. Tidak terkecuali mahasiswa yang masih mengemban pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan agar dapat mengenal kepribadian diri sendiri adalah bertanya pada ahlinya, yakni para psikolog. Hal inilah yang mendorong Rosnalisa Z Psikolog mengadakan diskusi bersama Mahmud Budi S dari mahasiswa BPI angkatan-17 IAIN Ponorogo yang bertemakan Yuk Belajar Mengenali Diri Sendiri.
diadakan hari rabu, 11 November 2020 pada pukul 19.00 WIB di Graup Whatsapp Komunitas Psikologi Populer.
Dalam penjelasannya ia menyampaikan bahwa hidup merupakan masalah (life is challenge). Lebih lanjut ia memberikan poin-poin penting yang harus dipahami yaitu masalah dalam hidup, cara menyesuaikan diri dengan masalah, potensi yang dimiliki, dan dukungan sosial. Poin-poin tersebut di antaranya adalah catastrophizing (anggapan suatu peristiwa adalah bencana besar), perasaan bersalah atas suatu kejadian yang mana sesungguhnya bukan tanggung jawabnya dan lain sebagainya. Tidak lupa setiap poinnya ia memberikan contoh yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, agar dapat dipahami dengan mudah.
Sesuai dengan tema, agar dapat merangkul orang-orang di lingkungan sekitar. Maka materi terakhir yang disampaikan mengenai cara untuk membangun empati. Serta hal-hal yang harus dihindari pada saat mendengarkan orang lain. Tidak hanya sebatas penyampaian materi, di akhir sesi dilakukan praktik secara berkelompok untuk melatih diri mendengar permasalahan yang tengah dihadapi seseorang.

Dan diikutin peserta dikalangan Mahasiswa jawa timur maupun di luar jawa.

Kajur BPI di “matamaba” PAI IAIN PONOROGO

Jumat, 16 Oktober 2020.

Mewakili “ruh” bolo BPI, pak Kajur diundang mengisi materi analis diri di Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Ponorogo. Kudune, sebelum analisa diri, kita perlu mengenal diri kita, mamahami asal penciptaan, tujuan, dan bagaimana berma’rufria bersama ciptaan yang lain.

Pengenalan terhadap diri yang mendasar, memahami “bahan dan potensi” ( lebih sempurna di lengkapi ghoyahnya sisan) kemudian mengolahnya menjadi pusaka yang ampuh dan bermanfaat optimal.

Lha,,, ada tiga aspek bagian dari kita ini, siji jasmani adalah aspek organ fisik-biologis manusia dengan segala perangkatnya (setiap makhluk biotik lahiriah
memiliki unsur material yang sama, yaitu unsur tanah, api, udara, dan air- AVATAR le awakmu kwi..), sanjennya agar sehat, masih bayi ya asi, dah gede ngopi, mecel, marung, gowes, ngukur jalan, olah rogolah. Keduo, Aspek nafsani adalah aspek yang bekaitan dengan mental, emosi, kognisi, dan konasi. Biar waras aspek nafsani ini kudu doyan ngaji, membaca, membuka wawasan, ngungkal otak (macak pinter) kadang juga dolan, menikmati persahabatan, melakukan hal baru yang kreatif , unik jur kudu sarngie kel kel kel.

Ngaspek ke tiga ruhani adalah aspek yang bersifat spiritual-transendental, Ojo mung ngaji syare’at bloko Gur pinter ndongeng nulis lan moco. Sehat, sterek, samlohay, taunya mutungan, mental buruk, stres, penakut, iren kan lucu. Skarang anggep aja dah, sehat, mantab bodi dan jiwa, ahli syariat, jenius, cuman liat pocong ngaciiir, kemana kegagahan, tumpukan perpustakaan, rapalan zus 31,,, kel, kel, kel.

Inilah perlunya ruhani, aspek terpenting dalam diri kita, dimana kesejatian menjadi dirimu, terbebas dari sekat jasmani, menjadi raja dari nafsani, Engkaulah Ruhani.

Mulakno, kapan-kapan rawuh di ngaji Pramonorogo Cah BPI FUAD IAIN Ponorogo, ben atine ora peteng lan nistho…

salaam.

.

Majlis Sangadah BPI.

Ngebel. Telaga anak putu Warok Ponorogo. Sekedar mendampingi frekuensi kebahagiaan (jumlah getaran syukur yang dihasilkan setiap satu detik), keluarga besar FUAD IAIN Ponorogo, ada Pak Kajur KPI, BPI, dan Ibu kajur IAT, bu Asna Dosen KPI, Pak Syamsul Kasubak Akademik, mas Wahid, mbak Rumaidah, pak Daroini, dan mas driver, ngrujak di tepian ngebel.

Perbincangan yang santuy dari banyak hal yang terlampaui dan sedang dijalani mengalir lembut, dibumbui guyonan segar. Hidup tidak akan beres jika ditangani seluruhnya oleh orang-orang jenius, serius, yang kehilangan sisi humor, sisi “nglonoh”, sisi peninggalan masa lalu yang masih melekat di otak dan agak urgen dipertahankan.

Kami memang pekerja akademik, akrab dengan diskusi, proposal, skripsi, artikel, penelitian, kajian, seminar, rapat, workshop, webinar, sok-sok nglembur gratisan. Kerjaan tidak selesai dipikirkan, tapi ditandangi, diurai, dinikmati, didongani dan insyaallah selesainya pasti.

Kita menyadari, dulu kita daftar ngawulo di IAIN ini bukan sebagai pejabat, tetapi MELAMAR PEKERJAAN, ketika lamaran itu diterima dan banyak pekerjaan yang harus diemban dan diselesaikan, ya Alhamdulillah doa-doa terjawab.

Pendemi nggak boleh mendhemi, selalulah berbagia, karen bahagia tak butuh besok, tak butuh syarat dan tempat. Ia hanya butuh “kamu” yang mau tersenyum dan melihat semua sebagai keindahanNya. Ia hanya menginginkan hatimu penuh kesyukuran, dan meng shift delete semua rasa negatif ke recycle bin.

Tole senduk cah BPI, semoga dirimu segera mengerti, semua akan indah pada waktuNya. Ketika semua waktu untuk, bersama, kepada, dan dengan DIA. Majelismu mesti sangadah. C:

Logo BPI IAIN Ponorogo.

Logo merupakan imej yang dibuat dengan desain grafis mempunyai arti, tujuan, visi, misi, wawasan, tujuan, karakter dari apa yang diwakilinya. Mengandung nilai-nilai tertentu di setiap bentuk gubahan citra atau tanda-tanda yang terkandung di dalamnya, ia mampu merepresentasikan apa yang diwakilinya secara tepat.

BPI IAIN Ponorogo, memformulasikan logo jurusan sebagai sarana pengenalan diri, pemersatu, dan pengingat akan nilai-nilai yang dikembangkan selama menjadi bagian dari BPI IAIN Ponorogo.

Arti logo:

  • Gambar Gunungan: Gunungan atau disebut khayon, berasal dari bahsa Arab hayyun, artinya hidup. Maka mahsiswa dan alumni BPI IAIN Ponorogo dididik dan diharapkan mampu menghidupi dirinya dan melestarikan alam semesta sabagai wakil dari Sang Pemberi Kehidupan: Allah al Hayyu. Gunungan dapat pula diartikan lambang Pancer, yaitu jiwa atau sukma, sedang bentuknya yang segi tiga mengandung arti bahwa manusia terdiri dari unsur cipta, rasa dan karsa. Dalam gunungan terdapat ukiran tumbuhan simbol jalinan yang tak terpisahkan antara sesama mahasiswa, dosen dan masyarakat yang mengakar dan berkembang bersama menghijau (hidup menghidupi), ukiran tumbuhan membentuk  alphabet Yunani: Ψ yang disebut dengan “Psi” dan merupakan huruf dari kata psyche, dalam bahasa Yunani berarti nafas kehidupan, merupakan informasi bahwa di BPI IAIN Ponorogo, mahsiswa akan belajar menjadi pembimbing dan penyuluh Islam dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu psikologi dan konseling. Dalam gunungan terdapat juga logo IAIN Ponorogo, sebagai lembaga yang terdapat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan di bawahnya BPI dinaungi. Puncak dari gunungan terdapat lafadz لِلّٰهِ bahwa apapun yang menjadi usaha, pikiran dan rasa semua keluarga besar BPI hanyalah merupakan perwujudan dari kehendak Allah semata.
  • BPI.
    • Huruf B, singakatan dari Bimbingan, disimbolkan warna-wari, sebagai isyarat pentingnya ragam cara dalam memberikan bimbingan.
    • Hurup P, singkatan dari Penyuluhan, digambarkan dengan warna biru dan nuansa air, diharapkan agar dalam memberikan penyuluhan berkemampuan mengalir, lembut tanpa kekerasan simbol dari “rahmatan lil a lamiin”. Sedang
    • Hurup I, singkatan dari Islam, digambarkan berwarna merah hati dan berbentuk ka’bah, tujuannya adalah dalam melakukan pembimbingan dan penyuluhan Islam, haruslah dari hati, menggunakan hati, menuju hati dengan kehangatan ilahi.
  • Tulisan Arab attaujiih wal irsyad al islamiy, adalah kepanjangan dari BPI dalam bahasa Arab, sebagai simbol bahwa gunungan yang nampak sebagai bagian tradisi leluhur nusantara dapat dijunjung, dijadikan unggulan dan selaras dengan pondasi ajaran-ajaran Sang Nabi akhir zaman Muhammad shallallah alaiih wa ala aalih wa ashaabih.